SURAKARTA MENDORONG EKOSISTEM INOVASI
Tanggal: 15 April 2026 | Penulis:
Oleh : M. Edwin Zulfikar A.W, S.STP
Pemerintah Kota Surakarta, melalui BRIDA melaksanakan kegiatan tahunan KRENOVA sebagai upaya penguatan ekosistem inovasi, dengan menjaring ide ide kreatif dan aplikatif bagi pelajar dan masyarakat kota Surakarta. Tema lomba KRENOVA tahun 2026 adalah “Inovasi Kota Surakarta yang Berkelanjutan untuk Pelayanan Publik yang Adaptif dan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal.”
Sebelum pelaksanaan Lomba KRENOVA, dilakukan sosialisasi dengan mengundang unsur dari pelajar dan masyarakat, dilanjutkan membuka pendaftaran mulai bulan Januari sampai dengan 31 Maret 2026. Pada batas akhir pendaftaran terdapat 163 peserta dengan 6 bidang fokus pada Pertanian dan Pangan, Energi dan Rekayasa Teknologi Manufaktur, Kesehatan, Pendidikan, Teknologi Informasi dan telekomunikasi, serta Industri Kreatif. Setelah dilakukan seleksi administrasi dan substansi oleh dewan juri, terpilih 40 untuk mengikuti presentasi dan pameran produk inovasinya.
Lomba KRENOVA Kota Surakarta tahun 2026 dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 April 2026 di Solo Technopark Surakarta diikuti oleh 40 peserta yang lolos seleksi, terdiri dari 26 dari kategori pelajar dan 14 peserta dari masyarakat. Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono, S.E., M.Si setelah laporan penyelenggaraan olah Kepala BRIDA Kota Surakarta Kentis Ratnawati, S.H., M.M., dan dihadiri oleh Bapperida Subosukowonosraten, Kepala OPD se-Surakarta, Kecamatan dan beberapa Kelurahan yang masuk nominasi top 40. Setelah pembukaan Sekretaris Daerah Kota Surakarta beserta rombongan meninjau stand pameran dan ramah tamah dengan para peserta.
Presentasi peserta lomba pada hari pertama diikuti 24 peserta dan pada hari kedua 16 peserta. Akhirnya juri menetapkan 6 pemenang lomba, 3 dari kategori pelajar dan 3 dari kategori masyarakat.
- Kategori Pelajar:
- Inovasi ‘ToiBed (Toilet Integrated Bed): Inovasi Ranjang Eliminasi Terintegrasi untuk Meningkatkan Keamanan dan Kenyamanan Pasien Imobilitas’ berasal dari SMA Negeri 4 Surakarta;
- Inovasi ‘VITALORA: Sistem Telemedicine Preventif Berbasis AIoT Untuk Deteksi Dini Penyakit tidak Menular pada Remaja melalui Integrasi Smartwatch dan Fitofarmaka’ berasal dari SMAN 1 Surakarta;
- Inovasi ‘VITA-STRAND: Biofilter Keratin Berbasis Limbah Rambut sebagai Solusi Remediasi Logam Berat pada Efluen Industri Batik di Surakarta’ berasal dari SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.
- Kategori masyarakat:
- Inovasi ‘Retrofit AI Driver’ berasal dari Kelurahan Sewu;
- Inovasi ‘TPS3R NGIPANG KADIPIRO: Solusi Inovatif Pengolahan Sampah dan Peningkatan Produktivitas Pertanian serta Ekonomi Masyarakat’ berasal dari Kelurahan Kadipiro;
- Inovasi ‘SAPU MLAMPAH (Satu Pintu Manajemen Pengelolaan Sampah Tingkat Wilayah)’ berasal dari Kelurahan Gajahan.
Sebagai bentuk penghargaan Pemerintah Kota Surakarta memberikan uang pembinaan, trophy dan piagam kepada para pemenang. Penyerahan penghargaan oleh Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., kepada masing masing pemenang lomba berupa:
- Juara I uang pembinaan sebesar Rp3.000.000., Trophy dan Piagam
- Juara II uang pembinaan sebesar Rp2.500.000., Trophy dan Piagam
- Juara II uang pembinaan sebesar Rp1.500.000., Trophy dan Piagam
SURAKARTA NYURUNG EKOSISTEM INOVASI
Pamaréntah Kitha Surakarta, lumantar BRIDA ngawontenaken kagiyatan KRENOVA minangka ngiyataken ekosistem inovasi, kanthi nyaring pamikiran-pamikiran kreatif saha aplikatif kangge para siswo lan masyarakat ing Kitha Surakarta. Tema lomba KRENOVA taun 2026 inggih menika “Inovasi Kitha Surakarta ingkang Lestari kagem Pelayanan Publik ingkang Adaptif lan Ketahanan Pangan Adhedhasar Kearifan Lokal.”
Sadèrèngipun kagiyatan Lomba KRENOVA kaleksanan, dipun wontenaken sosialisasi kanthi ngaturi unsur saking poro siswo lan masyarakat, dipunlajengaken pendaftaran wiwit wulan Januari dumugi tanggal 31 Maret 2026. Ing wates pungkasaning pendaftaran wonten 163 peserta ingkang kalebet wonten 6 babagan fokus inggih menika Tetanèn lan Pangan, Energi lan Rekayasa Teknologi Manufaktur, Kasehatan, Pendidikan, Teknologi Informasi lan telekomunikasi, sarta Industri Kreatif. Sasampunipun dipun wontenaken seleksi administrasi lan isi déning Dewan Juri, kapilih 40 peserta kagem ndhèrèk presentasi lan pameran produk inovasinipun.
Lomba KRENOVA Kitha Surakarta taun 2026 kaleksanan ing tanggal 14 lan 15 April 2026 wonten Solo Technopark Surakarta, presentasi 40 peserta ingkang lolos seleksi, kapérang wonten 26 saking kategori pelajar lan 14 peserta saking masyarakat. Acara dipunbikak déning Sekretaris Daerah Kitha Surakarta Budi Murtono, SE, M.Si sasampunipun laporan panyelenggaraan saking Kepala BRIDA Kitha Surakarta Kentis Ratnawati, S.H., M.M., sarta dipun rawuhi déning Bapperida Se Subosukowonosraten, Kepala OPD Se Surakarta, Kecamatan lan Kelurahan ingkang mlebet nominasi top 40. Sasampunipun pembukaan, Sekretaris Daerah Kitha Surakarta sesarengan rombongan nindakaken peninjauan stand pameran lan ramah tamah kaliyan para peserta.
Presentasi peserta lomba ing dinten kapisan dipundhèrèki 24 peserta lan ing dinten kaping kalih 16 peserta. Pungkasanipun juri netepaken 6 jawara lomba, 3 saking kategori pelajar lan 3 saking kategori masyarakat,
- Kategori Pelajar:
- Inovasi ‘ToiBed (Toilet Integrated Bed): Inovasi Ranjang Eliminasi Terintegrasi untuk Meningkatkan Keamanan dan Kenyamanan Pasien Imobilitas’ saking SMA Negeri 4 Surakarta;
- Inovasi ‘VITALORA: Sistem Telemedicine Preventif Berbasis AIoT Untuk Deteksi Dini Penyakit tidak Menular pada Remaja melalui Integrasi Smartwatch dan Fitofarmaka’ saking SMAN 1 Surakarta;
- Inovasi ‘VITA-STRAND: Biofilter Keratin Berbasis Limbah Rambut sebagai Solusi Remediasi Logam Berat pada Efluen Industri Batik di Surakarta’ saking SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.
- Kategori masyarakat:
- Inovasi ‘Retrofit AI Driver’ saking Kelurahan Sewu;
- Inovasi ‘TPS3R NGIPANG KADIPIRO: Solusi Inovatif Pengolahan Sampah dan Peningkatan Produktivitas Pertanian serta Ekonomi Masyarakat’ saking Kelurahan Kadipiro;
- Inovasi ‘SAPU MLAMPAH (Satu Pintu Manajemen Pengelolaan Sampah Tingkat Wilayah)’ saking Kelurahan Gajahan.
Minangka wujud bebingah, Pamaréntah Kitha Surakarta maringaken arta pembinaan, trophy lan piagam dhumateng para jawara, ingkang dipun serahaken Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., dhumateng saben-saben jawara lomba:
- Jawara I arta pembinaan agengipun Rp3.000.000., Trophy lan Piagam
- Jawara II arta pembinaan agengipun Rp2.500.000., Trophy lan Piagam
- Jawara III arta pembinaan agengipun Rp1.500.000., Trophy lan Piagam
SURAKARTA PROMOTES THE INNOVATION ECOSYSTEM
The Surakarta City Government, through the Regional Research and Innovation Agency (BRIDA), organized its annual KRENOVA program as part of its on going efforts to strengthen the city’s innovation ecosystem by fostering creative and practical ideas from students and the citizen. The theme of the 2026 KRENOVA competition is “Sustainable Innovation in Surakarta City for Adaptive Public Services and Food Security Based on Local Wisdom.”
Prior to the competition, a socialization program was conducted involving students and citizen representatives. Registration was open from January until March 31, 2026. By the closing date, a total of 163 participants had registered, representing six focus areas: Agriculture and Food, Energy and Manufacturing Engineering Technology, Health, Education, Information and Communication Technology, and Creative Industries. Following administrative and substantive evaluations conducted by the panel of judges, 40 participants were selected to proceed to the presentation and innovation exhibition stage.
The 2026 Surakarta City KRENOVA Competition was held on April 14–15, 2026, at Solo Technopark, Surakarta, and was attended by 40 finalists who had successfully passed the selection process, comprising 26 participants from the student category and 14 from the citizen category. The event was officially inaugurated by the Regional Secretary of Surakarta City, Budi Murtono, S.E., M.Si., following the presentation of the implementation report by the Head of BRIDA Surakarta City Kentis Ratnawati, S.H., M.M., the event was also attended by representatives of Bapperida Subosukowonosraten, heads of Regional Apparatus Organizations (OPD) throughout Surakarta, sub-district officials, as well as representatives from several urban villages included among the top 40 nominees. Following the opening ceremony, the Regional Secretary, accompanied by the delegation, conducted an official visit to the exhibition booths and engaged in cordial interactions with the participants.
On the first day, 24 participants delivered their presentations, followed by 16 participants on the second day. At the conclusion of the competition, the judges selected six winners, consisting of three from the student category and three from the community category:
Student Category:
- Innovation ‘ToiBed (Toilet Integrated Bed): Inovasi Ranjang Eliminasi Terintegrasi untuk Meningkatkan Keamanan dan Kenyamanan Pasien Imobilitas’ from SMA Negeri 4 Surakarta;
- Innovation ‘VITALORA: Sistem Telemedicine Preventif Berbasis AIoT Untuk Deteksi Dini Penyakit tidak Menular pada Remaja melalui Integrasi Smartwatch dan Fitofarmaka’ from SMAN 1 Surakarta;
- Innovation ‘VITA-STRAND: Biofilter Keratin Berbasis Limbah Rambut sebagai Solusi Remediasi Logam Berat pada Efluen Industri Batik di Surakarta’ from SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.
Citizen Category:
- Innovation ‘Retrofit AI Driver’ from Kelurahan Sewu;
- Innovation ‘TPS3R NGIPANG KADIPIRO: Solusi Inovatif Pengolahan Sampah dan Peningkatan Produktivitas Pertanian serta Ekonomi Masyarakat’ from Kelurahan Kadipiro;
- Innovation ‘SAPU MLAMPAH (Satu Pintu Manajemen Pengelolaan Sampah Tingkat Wilayah)’ from Kelurahan Gajahan.
As a form of appreciation, the Surakarta City Government awarded development grants, trophies, and certificates to the winners. The awards were presented by the Vice Mayor of Surakarta Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A.,to each winner, with the following details:
- First Prize: Development grant of Rp3.000.000, trophy, and certificate
- Second Prize: Development grant of Rp2.500.000, trophy, and certificate
- Third Prize: Development grant of Rp1.500.000, trophy, and certificate