Detail E-Riset

Kajian Potensi dan Peluang serta Fasilitasi Pendaftaran Produk Hasil Lomba Krenova dan Hilirisasi Riset Kota Surakarta

OPD : Kajian Potensi dan Peluang serta Fasilitasi Pendaftaran Produk Hasil Lomba Krenova dan Hilirisasi Riset Kota Surakarta

Tahun : 2023

Urusan: Penelitian dan Pengembangan

Kesimpulan/Summary :

Kajian Potensi dan Peluang serta Fasilitasi Pendaftaran Produk Hasil Lomba Krenova dan Hilirisasi Riset Kota Surakarta Tahun 2023 menunjukkan bahwa dari total 270 invensi yang dihasilkan dalam periode 2018–2022, terdapat 55 inovasi yang berhasil diterapkan secara berkelanjutan dalam dunia usaha dan berpotensi dikembangkan menjadi bisnis berdaya saing tinggi. Namun demikian, sebagian besar inovator masih menghadapi kendala seperti keterbatasan modal, lemahnya akses pasar, kurang optimalnya tindak lanjut pendampingan pemerintah, serta minimnya perlindungan hukum karena belum memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa masih terdapat 41 invensi aktif yang belum mengajukan HKI, sementara 30 invensi berada pada Technology Readiness Level (TKT) 6–9, dengan lima di antaranya dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan jangka panjang dan perlu segera difasilitasi pendaftaran HKI-nya oleh Pemerintah Kota Surakarta.


Rekomendasi :

Pemerintah Kota Surakarta perlu memperkuat peran Balitbangda sebagai leading sector dalam peningkatan perolehan HKI dengan menyusun roadmap inovasi daerah dan sistem pendampingan terpadu bagi para inovator. Diperlukan fasilitasi pendampingan dan pembiayaan pendaftaran HKI secara prioritas bagi invensi berpotensi seperti PIACARE, OSA, Fisheeldent, GUKUSI, dan ROMAGO sebagai model pengembangan inovasi unggulan. Selain itu, perlu ditingkatkan kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan seminar tematik terkait urgensi HKI serta isu-isu global seperti transformasi digital dan energi berkelanjutan agar para inovator mampu menghasilkan invensi yang relevan dengan tantangan masa depan. Kolaborasi lintas sektor antara akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media juga harus diperkuat untuk mendukung hilirisasi riset, mendorong komersialisasi produk inovatif, serta memperluas jejaring pemasaran inovasi unggulan daerah.