OPD : Kajian Ekonomi Untuk Urban Farming di Kota Surakarta
Tahun : 2025
Kesimpulan/Summary :
Kajian Urban Farming Kota Surakarta Tahun 2025 menunjukkan bahwa pertanian perkotaan memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan. Dengan keterbatasan lahan di wilayah perkotaan, Urban Farming menjadi solusi inovatif yang dapat mengoptimalkan lahan pekarangan, atap bangunan, maupun ruang publik untuk produksi pangan lokal. Hasil kajian mengungkap bahwa Kecamatan Banjarsari, Laweyan, dan Jebres memiliki potensi tertinggi untuk pengembangan Urban Farming berdasarkan analisis SWOT dan karakteristik tanah. Selain memberikan dampak ekonomi berupa peningkatan pendapatan rumah tangga dan penciptaan lapangan kerja baru, Urban Farming juga berkontribusi positif terhadap aspek sosial, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pengetahuan teknis, minimnya pendanaan, serta lemahnya koordinasi lintas sektor, yang menyebabkan banyak kelompok tani kota belum berfungsi optimal.
Rekomendasi :
Pemerintah Kota Surakarta perlu menyusun masterplan Urban Farming yang terintegrasi dengan Rencana Aksi Daerah Ketahanan Pangan dan Asta Cita daerah, dengan memperkuat kolaborasi lintas OPD, akademisi, dan komunitas. Diperlukan dukungan regulasi melalui penerbitan Peraturan Wali Kota tentang Urban Farming sebagai dasar hukum pengembangan dan pemberian insentif. Program pendampingan berkelanjutan perlu diperkuat melalui pelatihan teknis, penyediaan sarana produksi, dan fasilitasi akses permodalan bagi kelompok tani dan KWT. Selain itu, konsep kampung produktif berbasis Urban Farming perlu dikembangkan di kecamatan potensial sebagai model percontohan nasional. Pemanfaatan teknologi pertanian modern seperti hidroponik, vertikultur, dan sistem irigasi cerdas berbasis IoT juga disarankan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan langkah-langkah tersebut, Urban Farming dapat menjadi pilar strategis bagi Surakarta menuju kota hijau, mandiri pangan, dan berketahanan ekonomi.