Detail E-Riset

Kajian Kesiapan Masyarakat Dalam Pelaksanaan Smart City Kota Surakarta

OPD : Kajian Kesiapan Masyarakat Dalam Pelaksanaan Smart City Kota Surakarta

Tahun : 2020

Urusan: Perencanaan

Kesimpulan/Summary :

Pelaksanaan Smart City di Kota Surakarta menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam aspek tata kelola pemerintahan, pengembangan infrastruktur digital, serta inovasi pelayanan publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat Surakarta memiliki tingkat kesiapan yang cukup baik dalam mendukung implementasi Smart City, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi informasi, kepedulian lingkungan, dan partisipasi sosial. Pada aspek Smart Environment, masyarakat telah menunjukkan kesadaran terhadap kebersihan, pengelolaan sampah, dan ruang hijau, meskipun masih diperlukan peningkatan konsistensi perilaku ramah lingkungan. Dalam aspek Smart Branding, keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam mendukung citra “Solo Smart Culture” sudah berjalan, namun perlu penguatan kapasitas digital untuk promosi dan inovasi ekonomi kreatif. Sedangkan pada aspek Smart Living, kualitas hidup warga meningkat melalui layanan publik berbasis teknologi dan fasilitas umum yang lebih inklusif, meskipun masih ada kesenjangan akses digital di sebagian masyarakat. Secara keseluruhan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan mewujudkan Solo sebagai kota pintar yang berbudaya dan berkelanjutan.


Rekomendasi :

Untuk memperkuat pelaksanaan Smart City di Kota Surakarta, diperlukan langkah strategis berupa peningkatan literasi digital masyarakat, penguatan infrastruktur teknologi informasi yang merata hingga tingkat kelurahan, serta pelibatan aktif komunitas lokal dalam perencanaan dan evaluasi program. Pada aspek Smart Environment, perlu dikembangkan sistem insentif bagi masyarakat yang menerapkan gaya hidup hijau dan pengelolaan limbah berbasis komunitas. Pada Smart Branding, pemerintah perlu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya lokal dengan memanfaatkan platform digital dan memperluas kolaborasi publik-swasta. Sementara untuk Smart Living, disarankan peningkatan kualitas layanan publik berbasis data dan pengembangan sistem transportasi, kesehatan, serta pendidikan yang terintegrasi secara digital. Selain itu, diperlukan kebijakan berkelanjutan yang berorientasi pada partisipasi masyarakat, transparansi informasi, dan inovasi teknologi agar visi “Solo Smart City: Smart Culture and Smart Urban Services” benar-benar terwujud secara inklusif dan berdaya saing.