OPD : Penyusunan Kajian Master Plan Investasi Kota Surakarta
Tahun : 2023
Kesimpulan/Summary :
Kesimpulan :
Investasi merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pembangunan di
Indonesia, termasuk bagi Kota Surakarta. Alasan inilah yang mendorong Badan
Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Surakarta menyusun kajian
Masterplan Investasi Kota Surakarta ini sebagai dokumen perencanaan
penanaman modal yang secara komprehensif dapat menjadi pedoman dalam
pengembangan berbagai kebijakan investasi daerah, khususnya dalam jangka
panjang. Dimana dari analisis yang telah dilakukan dapat dibuat beberapa
kesimpulan sebagai berikut:
1. Kota Surakarta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Kawasan
Aglomerasi Perkotaan Surakarta sehingga dinamika yang terjadi di
Kabupaten di sekitarnya juga akan memberi dampak terhadap daerah ini,
termasuk di bidang investasi.
2. Kota Surakarta merupakan daerah yang mempunyai tingkat pertumbuhan
investasi cukup signifikan selama beberapa tahun terakhir, yang menjadi
salah satu bukti daya tarik daerah ini bagi investor untuk membuka dan
menjalankan usaha.
3. Kota Surakarta merupakan daerah yang relatif cukup kondusif, aman, dan
menjanjikan bagi bisnis sehingga investasi yang masuk tidak hanya terdiri
dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) namun juga Penanaman Modal
Asing (PMA).
4. Kota Surakarta merupakan daerah yang tingkat pertumbuhan investasi
UMKM lebih tinggi dibandingkan dengan penanaman modal usaha besar,
yang bisa menjadi salah satu modal dalam mengembangkan sektor ekonomi
kreatif.
5. Kota Surakarta merupakan daerah yang sebagian besar investasi dalam
negeri dan asing yang masuk ditanamkan pada usaha hotel dan restoran
sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan sektor jasanya, khususnya
pariwisata.
6. Kota Surakarta merupakan daerah yang mempunyai tiga sektor investasi
unggulan, yaitu pariwisata, pendidikan, dan kesehatan, sejalan dengan
pertumbuhan dan perkembangan ketiga sektor tersebut dibandingkan
dengan sektor lainnya.
7. Kota Surakarta merupakan daerah yang mempunyai kelemahan inheren
sebagaimana wilayah perkotaan lain di Indonesia, yaitu keterbatasan dalam
menyediakan lahan yang relatif cukup luas bagi investasi usaha pabrikasi.
Rekomendasi :
Rekomendasi:
1. Pemerintah Kota Surakarta menetapkan sektor prioritas setiap tahapan
dalam masterplan. Penetapan sektor prioritas melalui identifikasi terhadap
sektor prioritas seperti pariwisata, industri kreatif, dan teknologi untuk
fokus investasi.
2. Pemerintah Kota Surakarta mendorong pembangunan dan pengembangan
pusat bisnis modern dan fasilitas coworking untuk mendukung
pertumbuhan perusahaan start-up.
3. Pemerintah Kota Surakarta melakukan pengembangan berbagai pelatihan
dengan mendorong pembentukan pusat-pusat pelatihan dan pendidikan
untuk menghasilkan tenaga kerja terampil.
4. Pemerintah Kota Surakarta Mendorong inovasi teknologi dengan
memberikan insentif kepada perusahaan teknologi dan start-up.
5. Pemerintah Kota Surakarta terus membangun kemitraan strategis dengan
sektor swasta untuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur.
6. Pemerintah Kota Surakarta melakukan peningkatan infrastruktur digital
dengan mempercepat pengembangan infrastruktur digital dan konektivitas
internet.
7. Mengembangkan kampanye promosi investasi yang kuat untuk menarik
lebih banyak investor di Kota Surakarta.
8. Pemerintah Kota Surakarta memberikan insentif untuk investasi yang
berkelanjutan dan ramah lingkungan.
9. Terus meningkatkan iklim bisnis dengan penyederhanaan regulasi dan
perizinan dalam mendukung kemudahan berbisnis.
10. Melakukan evaluasi berkala terhadap masterplan investasi untuk
memastikan adaptasi terhadap perubahan ekonomi dan kebijakan.