Detail E-Riset

Kajian Slow Living Progresif Kota Surakarta

OPD : Kajian Slow Living Progresif Kota Surakarta

Tahun : 2025

Urusan: Sosial

Kesimpulan/Summary :

Kajian Slow Living Progresif menunjukkan bahwa konsep slow living bukan sekadar gaya hidup, tetapi juga gerakan sosial yang berorientasi pada keseimbangan, keberlanjutan, dan kualitas hidup masyarakat urban. Di Kota Surakarta, fenomena ini menjadi respons terhadap tekanan modernitas, kapitalisme waktu, dan kehidupan serba cepat yang menyebabkan stres sosial dan degradasi nilai kemanusiaan. Pendekatan slow living progresif menekankan pada kesadaran hidup sederhana, penghargaan terhadap waktu, konsumsi beretika, serta koneksi sosial yang lebih bermakna. Melalui perspektif sosiologi kritis, kajian ini menemukan bahwa slow living dapat menjadi alternatif model pembangunan sosial yang berkelanjutan, dengan mengedepankan nilai keseimbangan antara individu, komunitas, dan lingkungan .


Rekomendasi :

Pemerintah Kota Surakarta bersama komunitas dan akademisi disarankan untuk mengintegrasikan prinsip slow living progresif dalam kebijakan pembangunan kota, khususnya pada sektor sosial, budaya, dan lingkungan. Program-program yang menumbuhkan kesadaran hidup berkelanjutan, seperti gerakan konsumsi lokal, transportasi ramah lingkungan, pengembangan ruang publik reflektif, dan pelatihan manajemen stres sosial perlu diperluas. Selain itu, dibutuhkan kebijakan yang mendorong keseimbangan kerja-hidup (work-life balance) bagi warga kota, serta dukungan terhadap komunitas yang mempraktikkan slow movement. Dengan demikian, Kota Surakarta dapat menjadi model kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berdaya secara sosial dan selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam .