Detail E-Riset

Kajian Dampak Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) Kota Surakarta

OPD : Kajian Dampak Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) Kota Surakarta

Tahun : 2023

Urusan: Lingkungan Hidup

Kesimpulan/Summary :

Kesimpulan :

1)  Hasil identifikasi supply ketersediaan sampah dari kabupaten yang berbatasan langsung  dengan  Kota  Surakarta  menunjukkan  bahwa  kebutuhan  sampah PLTSa Surakarta saat ini sebesar 545 ton/hari, sedangkan ketersediaan sampah di Surakarta sebesar 404,7 ton/hari sehingga mengalami kekurangan sampah 140.3  ton/hari.  Kekurangan  tersebut  bisa  dicukupi  dari  sampah  Kecamatan Kartasura, Kecamatan Baki dan  Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo dan sampah  dari  Kecamatan  Colomadu,  Kebakkramat,  Gondangrejo  dan Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar dengan total potensi sampah sebesar 175,87 Ton/Hari  

2)  Operasional PLTSa dapat menimbulkan dampak ekonomi, sosial budaya dan lingkungan  baik  secara  positif  dan  negatif.  Berdasarkan  kajian  di  tingkat masyarakat  dampak  yang  ditimbulkan  lebih  dominan  dampak  positifnya, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada kelompok masyarakat yang menyatakan adanya dampak negatif dari operasional PLTSa.  

3)  Strategi  dan  arah  kebijakan  Pembangkit  Listrik  Tenaga  Sampah  (PLTSa)  di Kota Surakarta diantaranya adalah  :

  • Melakukan kajian riil potensi sampah dari luar daerah Surakarta (sedang dilakukan) (S2,O1)
  • Melakukan operasional PLTSa dengan kapasitas penuh sesuai kapasitas terpasang secara professional (S2 O2 ) 
  • Melakukan  kajian  pengembangan  produk  batako  dari  abu  hasil pembakaran PLTSa (S2 O3 ) 
  • Melakukan  kerjasama  pasokan  sampah  G  to  G  antara  pemerintah  kota Surakarta  dengan  Kabupaten  Karanganyar  dan  Kabupaten  Sukoharjo serta Kabupaten Boyolali (W1,O1) 
  • Melakukan  penjadwalan  truk/kendaraan  angkutan  sampah  yang  masuk TPA  secara  ketat  dan  terbagi  merata  dalam  satu  hari  (Pagi,  Siang  dan Sore) (W3, O4) 
  • Membuat publikasi kampanye positif PLTSa (S2,T1)
  • Upaya membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah lain 
  • PLTSa membangun hubungan masyarakat yang baik dan  berkomitmen pada  pelaksanaan  program  CSR  bagi  masyarakat  sekitarnya  dan pemberdayaan umkm (S3T4) 
  • Melakukan berbagai antisipasi terhadap berbagai bahaya dan risiko yang timbul  di  bidang  sosial,  ekonomi,  budaya  dan  lingkungan  dari operasional PLTSa (W3, O5) 
  • Mengatur  rute  pengangkutan  sampah  yang  efektif  dan  efisien  dengan menggunakan SOP dan persyaratan kendaraan angkut yang aman (S2T5)
  • Pemberdayaan ternak sapi, kompensasi, detoksifikasi dan suplementasi  mineral esensial ternak sapi (S2T6) .


Rekomendasi :

 Rekomendasi :

  1. Melakukan kajian optimasi pengangkutan sampah Kota Surakarta  
  2. Sosialisasi peraturan kementerian LH tentang pelarangan pengembalaan sapi di TPA
  3. Melakukan  operasional  PLTSa  dengan  kapasitas  penuh  sesuai  kapasitas terpasang secara profesional
  4. Melakukan  kajian  pengembangan  produk  batako  dari  abu  hasil  pembakaran PLTSa di Kota Surakarta
  5. Melakukan kerjasama pasokan sampah G to G antara pemerintah kota Surakarta dengan Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo
  6. Melakukan penjadwalan pengangkutan sampah secara ketat dan terbagi merata dalam satu hari (Pagi, Siang dan Sore) 
  7. Menjalankan operasional PLTSa sesuai dengan  aturan ambang batas mutu dan pengelolaan limbah B3 
  8. Membuat publikasi kampanye positif PLTSa  di Kota Surakarta 
  9. Upaya membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah Kab. Karanganyar dan Kab.Sukoharjo serta Kabupaten Boyolali
  10. Melakukan proses alih pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan workshop atau pelatihan secara bertahap sehingga akan memperlancar proses spin off, mengurangi ketergantungan pada pihak luar dan operasional PLTSa yang lebih
    efisien
  11. PLTSa membangun hubungan masyarakat yang baik dan berkomitmen pada pelaksanaan program CSR bagi masyarakat sekitarnya
  12. Melakukan berbagai antisipasi terhadap berbagai bahaya dan risiko yang timbul di bidang sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan dari operasional PLTSa
  13. Mengatur rute pengangkutan sampah yang efektif dan efisien dengan menggunakan SOP dan persyaratan kendaraan angkut sampah yang aman  
  14. Pemberian waktu yang memadai untuk memulung
  15. Pelaksanaan program CSR Ekonomi oleh PLTSa
  16. Program peningkatan UMKM dengan memanfaatkan hasil sampingan limbah padat PLTSa yang mempunyai nilai ekonomis
  17. Pemberdayaan peternak sapi, detoksifikasi, suplementasi mineral esensian, bantuan pakan dan pemberian kompensasi dalam bentuk lainnya tergantung kondisi dan kesepakatan.
  18. Kajian strategi penanganan sapi secara komprehensif dan partisipatif melibatkan
    masyarakat
  19. Kajian kelembagaan dan operasional pengelolaan sampah terintegrasi PLTSa Putri Cempo
  20. Kajian efektifitas dan komposisi pengelolaan sampah di Putri Cempo