Detail E-Riset

Kajian Evaluasi Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan dari Pelaksanaan Car Free Day dan Ngarsopuro Night Market di Kota Surakarta.

OPD : Kajian Evaluasi Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan dari Pelaksanaan Car Free Day dan Ngarsopuro Night Market di Kota Surakarta.

Tahun : 2026

Urusan: Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Kesimpulan/Summary :

Hasil kajian menunjukkan bahwa CFD dan Night Market telah memberikan manfaat nyata sebagai ruang publik, ruang interaksi sosial, sarana olahraga dan rekreasi, wadah pemberdayaan UMKM, serta penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Surakarta. CFD Jalan Slamet Riyadi memiliki jangkauan dan aktivitas ekonomi terbesar, CFD Jalan Ir. Juanda memiliki karakter lingkungan yang kuat, sedangkan CFD Manahan memiliki kualitas lingkungan dan fungsi olahraga yang paling menonjol. Ngarsopuro telah berkembang sebagai destinasi wisata malam dengan identitas produk kreatif yang kuat, sedangkan Gatsu menunjukkan karakter ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Permasalahan utama bukan terletak pada keberadaan kegiatan, melainkan pada kebutuhan penguatan tata kelola agar peningkatan aktivitas tidak mengurangi fungsi ruang publik dan kualitas kawasan. Isu prioritas mencakup belum kuatnya payung regulasi dan kelembagaan, kepadatan aktivitas, pengelolaan parkir, data pedagang dan omzet, kurasi produk, pengelolaan sampah, serta konsistensi standar layanan. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan pengelolaan yang membedakan karakter setiap lokasi sekaligus membangun koordinasi lintas lokasi dalam satu kerangka kebijakan kawasan. Top of Form


Rekomendasi :

Kajian menyimpulkan bahwa masalah utamanya bukan pada keberadaan kegiatan, melainkan pada tata kelola. Karena itu, rekomendasi dibagi menjadi dua kelompok.

Rekomendasi per lokasi

  • CFD Slamet Riyadi: menetapkan kapasitas dan zonasi, mendata dan menata pedagang, menerapkan CFD rendah sampah, serta merapikan parkir.
  • CFD Ir. Juanda: mempertahankan karakter lingkungan, memperkuat akses pejalan kaki dan pesepeda, serta mengurangi sampah plastik.
  • CFD Manahan: menjaga kualitas lingkungan, menghubungkan CFD dengan Selter Kuliner, dan memperjelas tarif parkir.
  • Ngarsopuro: memformalkan pengelola lewat Keputusan Wali Kota, memperkuat kurasi produk, mengendalikan kepadatan jam puncak, dan mencatat omzet.
  • Gatsu: menetapkan OPD pembina, membuat perjanjian kerja sama dengan komunitas, meninjau kontribusi pedagang, dan menata parkir.

Rekomendasi lintas lokasi

  1. Menyusun Perwali CFD serta forum pengelolaan Koridor Gatsu–Ngarsopuro.
  2. Menyeragamkan standar parkir (kantong resmi, tarif jelas, tiket atau QRIS).
  3. Membangun sistem data dan monitoring terpadu.
  4. Menetapkan standar kurasi dan pembinaan pelaku usaha.
  5. Menerapkan standar keamanan pangan bagi UMKM kuliner.
  6. Menerapkan pengelolaan rendah sampah di semua lokasi.
  7. Menghubungkan Gatsu–Ngarsopuro dengan Koridor 3K.
  8. Memantau dampak secara berkala.

Intinya, setiap lokasi tetap mempertahankan karakternya, tetapi dikelola dengan standar yang konsisten.