OPD : Kajian Penerapan Inovasi Teknologi Dalam IKM dan Koperasi Kota Surakarta
Tahun : 2020
Kesimpulan/Summary :
Kajian menunjukkan bahwa Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Surakarta telah menerapkan inovasi terutama pada level input, berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan serta penggunaan bahan baku alternatif yang lebih efisien. Namun, inovasi pada level proses dan produk masih terbatas—mayoritas IKM belum mengembangkan riset dan pengembangan (R&D) untuk menghasilkan produk baru, dan sebagian besar masih meniru produk yang sudah ada. Kendati demikian, penerapan e-marketing dan teknologi digital terbukti meningkatkan penjualan serta efisiensi produksi. Faktor pendorong utama inovasi adalah dukungan pelatihan dari pemerintah daerah, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan dana, rendahnya aktivitas penelitian, serta kurangnya audit kebutuhan teknologi. Pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan penjualan, namun IKM mampu beradaptasi melalui inovasi sistem kerja dan penjualan daring tanpa melakukan PHK besar-besaran
Â
Rekomendasi :
Pemerintah Kota Surakarta perlu melanjutkan dan mengoptimalkan program pelatihan bagi IKM dengan melakukan training need analysis agar pelatihan lebih tepat sasaran. Dukungan terhadap aktivitas penelitian dan pengembangan juga penting, melalui sinergi antara Pemkot, perguruan tinggi, dan lembaga seperti Solo Techno Park untuk membantu IKM menghasilkan produk dan proses bisnis inovatif. Selain itu, perlu dirancang skema insentif dan pendampingan khusus, termasuk fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), guna mendorong pelaku IKM berinovasi tanpa khawatir hasil inovasinya mudah ditiru. Pemerintah juga disarankan memperkuat dukungan pembiayaan dan teknologi digital agar IKM mampu bertahan serta meningkatkan daya saing, khususnya pasca-pandemi.
.