Detail E-Riset

kajian “Perubahan Sosial dan Identitas Kolektif: Potret Masyarakat Urban Surakarta”

OPD : kajian “Perubahan Sosial dan Identitas Kolektif: Potret Masyarakat Urban Surakarta”

Tahun : 2025

Urusan: Sosial

Kesimpulan/Summary :

Kajian ini menegaskan bahwa Kota Surakarta mengalami transformasi sosial yang kompleks akibat urbanisasi, globalisasi, dan kemajuan IPTEK. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi struktur ekonomi dan demografi kota, tetapi juga membentuk ulang pola interaksi sosial, nilai-nilai budaya, dan identitas kolektif masyarakat. Identitas masyarakat Surakarta kini bergerak dari bentuk tradisional menuju identitas urban yang lebih dinamis dan cair. Tradisi, nilai harmoni, dan budaya Jawa masih menjadi fondasi penting, tetapi sedang dinegosiasikan ulang agar relevan dengan gaya hidup modern. Proses ini melahirkan fenomena sosial baru seperti meningkatnya individualisme, polarisasi kelas, serta tantangan pelestarian nilai budaya lokal di tengah arus komersialisasi dan digitalisasi. Namun demikian, komunitas lokal, terutama generasi muda, menunjukkan adaptasi positif dengan menciptakan ruang-ruang baru untuk mempertahankan identitas lokal melalui seni, ekonomi kreatif, dan digitalisasi budaya. Dengan demikian, Surakarta dapat dilihat sebagai laboratorium sosial yang memperlihatkan keseimbangan antara kontinuitas budaya dan inovasi sosial dalam menghadapi perubahan global.


Rekomendasi :

Diperlukan strategi kebijakan yang lebih integratif antara pemerintah daerah, komunitas budaya, dan sektor pendidikan untuk menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian identitas lokal. Pemerintah Kota Surakarta perlu mengembangkan kebijakan sosial-budaya yang partisipatif dan berbasis komunitas, misalnya melalui penguatan creative hub budaya lokal, dukungan terhadap komunitas seni dan riset sosial, serta insentif untuk inovasi berbasis kearifan lokal. Selain itu, pendidikan multikultural dan literasi budaya perlu diperkuat agar generasi muda memahami nilai-nilai lokal dalam konteks global. Perencanaan kota juga harus mempertimbangkan aspek sosial–budaya, dengan menciptakan ruang publik inklusif yang mendorong interaksi lintas kelas dan generasi. Pada level strategis, BRIDA dapat mendorong kolaborasi riset interdisipliner antara sosiologi, ekonomi kreatif, dan IPTEK untuk menghasilkan model pembangunan kota berkelanjutan yang berakar pada identitas lokal Surakarta.